BPBD Natuna catat 136 kejadian bencana sepanjang 2025
Natuna (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mencatat sebanyak 136 peristiwa bencana terjadi sepanjang 2025 di wilayah perbatasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika, dikonfirmasi di Natuna, Jumat, mengatakan bencana yang paling mendominasi selama 2025 adalah cuaca ekstrem dengan 43 kejadian.
Selanjutnya banjir tercatat 32 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 30 kejadian, gelombang pasang dan abrasi 21 kejadian, kebakaran gedung dan permukiman tujuh kejadian, serta tanah longsor tiga kejadian.
“Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kejadian bencana di Kabupaten Natuna mengalami penurunan. Pada 2024, BPBD mencatat sebanyak 143 kejadian, sedangkan pada 2025 turun menjadi 136 kejadian atau berkurang tujuh peristiwa,” ucapnya.
Dari sisi dampak, bencana tersebut memengaruhi sebanyak 282 kepala keluarga dengan total 828 jiwa. Sementara itu, kerusakan bangunan meliputi 42 rumah rusak ringan, 31 rumah rusak sedang, dan 16 rumah rusak berat.
“Selain rumah warga, terdapat dua rumah ibadah yang mengalami kerusakan, dua jembatan rusak, serta 15 fasilitas umum lainnya yang terdampak,” kata Raja Darmika.
Menurut dia, BPBD Natuna masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memberikan pelayanan kebencanaan secara optimal. Kendala tersebut antara lain keterbatasan akses akibat wilayah yang terdiri dari pulau-pulau, minimnya peralatan, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebencanaan, serta koordinasi antarlembaga yang belum berjalan maksimal.
Meski demikian, BPBD Natuna terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui pengusulan pengadaan peralatan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penyusunan program-program yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
“BPBD menghadapi kendala dalam penanggulangan bencana, seperti keterbatasan akses, sumber daya manusia dan peralatan, serta koordinasi antarlembaga. Meski demikian, BPBD tetap berupaya maksimal agar pelayanan dan target kinerja tetap tercapai secara optimal,” ujar dia.